Dasar Lighting dalam Photography

Dalam dunia fotografi istilah tersebut memang sangat sering terdengar di telinga. Padahal kebanyakan orang awam memahami bahwa fotografi hanyalah sekedar pencet Shutter dan hasilnya terlihat pada layar LCD. Ya, jika Anda ingin lebih mendalami dunia fotografi otomatis harus mendalami tentang pencahayaan. Sekali lagi, tanpa adanya cahaya tidak akan ada yang namanya foto. Tetapi yang menarik bahwa cahaya atau lighting dapat dimanfaatkan agar foto lebih kreatif serta menarik. Hampir 100% foto studio memanfaatkan fitur-fitur perangkat yang mengeluarkan cahaya agar fotonya terlihat unik dan bagus. Disini kita tidak akan membahas soal teknik memotret studio yang agak rumit, namun kita akan mencoba mengulas tentang pemahaman dasar lighting fotografi. Karena ada banyak istilah yang perlu Anda ketahui:

– Sumber pencahayaan

Dalam dunia fotografi Anda dapat memanfaatkan sumber pencahayaan yang dibedakan menjadi dua. Berikut ulasannya:

· Available Light

Available Light artinya adalah cahaya yang tersedia. Dalam hal ini cahaya yang tersedia adalah cahaya yang berasal dari matahari atau cahaya dari lampu-lampu biasa pada ruangan. Jenis cahaya ini paling banyak digunakan karena sudah tersdia secara gratis. Anda bisa menikmati sinar matahari tanpa bayaran bukan? Sering kali pemotretan Available Light dianggap sebagai natural light karena memang asli berasal dari alam dan bukan karena settingan sendiri dari sebuah alat. Anda hanya perlu mengatur posisi kamera, teknik dasarnya dan penempatan objek.

· Artificial Light

Berbeda dengan Available Light, Artificial Light menjadi teknik pencahayaan yang berasal dari perangkat khusus fotografi. Penggunaannya memang sengaja agar foto mendapatkan lighting sesuai yang diinginkan. Beberapa perangkat yang dimaksud bisa berupa flash eksternal, lampu studio, flash internal, dan termasuk dengan aksesorisnya seperti softbox, umbrella, beauty dish, diffuser dna lain sebagainya. Kebanyakan fotografer menggunakan Artificial Light agar fotonya mendapatkan pencahayaan yang merata, atau dengan maksud lain seperti art photography seperti high key, low key dan sebagainya.

– Cahaya berdasarkan posisi

Hati-hati dalam memanfaatkan cahaya baik Available maupun Artificial, karena foto bisa terlihat jelek atau yang pasti tidak sesuai dengan keinginan. Dalam hal ini Anda harus bisa memanfaatkan letak cahaya atau mengarahkan objek pada cahaya berdasarkan posisi. Berikut ini adalah posisi pencahayaan yang perlu Anda ketahui khususnya dalam jenis Artificial:

· Front Light: Posisi cahaya yang berada tepat di depan objek. Posisi ini adalah posisi yang ideal untuk sebuah pemotretan biasa. Contoh penggunaannya adalah ketika Anda menggunakan flash internal maupun flash eksternal. Pastinya saat kamera di depan objek, lampu juga ikut berada di depan objek. Teknik ini memungkinkan objek akan mendapatkan cahaya penuh meski beresiko terjadi bayangan dan kerasnya cahaya.

· Side Light: Side adalah samping, jadi Side Light adalah cahaya yang berada dibagian samping objek. Teknik ini sering digunakan pada fotografi strobist untuk menghasilkan foto lebih art. Hasil foto Side Light akan memperlihatkan gelapnya sisi lain objek yang tidak terkena cahaya karena hanya disisi tertentu saja objek terpancar cahaya

· Rim Light: Untuk pencahayaan Rim Light umumnya diposisikan 1/4 pada sudut objek dibagian belakang. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan garis pada objek yang jelas untuk memperlihatkan tekstur.

· Back Light: Posisinya berbanding terbalik dengan Front Light, yakni berada tepat dibelakang objek. Hasilnya sebenarnya hampir sama dengan Rim Light hanya saja Back Light dapat menjadikan objek penuh mendapatkan cahaya dari belakang. Terkadang Back Light dimanfaatkan untuk menghasilkan foto siluet.

*Dari Berbagai Sumber

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *